Perlukah Servis Rutin?
Selamat Siang...
Jaman sekarang seiring dengan pertumbuhan
ekonomi negara kita dan tumbuhnya industri keuangan, dalam hal ini
industri pembiayaan (leasing) dan juga perkreditan. Industri otomotif
sepeda motor juga tumbuh pesat. Menjamurnya dealer-dealer sepeda motor,
skala kecil (rumahan) ataupun besar. Mulai sepeda motor baru maupun
bekas. Masyarakat yang menginginkan kepemilikan sepeda motor menjadi
mudah. Cukup dengan membayar uang muka sejumlah tertentu, sudah bisa
mendapat sepeda motor baru atau bekas. Tentu dengan membayar cicilannya.
Sepeda
motor membutuhkan perawatan untuk menjaga performa serta ketahanan/
keawetan sepeda motor dan juga keselamatan pengendara. Namun, hal ini
tentu membutuhkan biaya-biaya baik jasa service maupun spare part yang
kadang cukup mencengangkan. Dan terkadang memberatkan. Bagi pemilik yang
punya kemampuan ekonomi cukup tentu bukan hal yang berat, namun bagi
pemilik dengan kemampuan ekonomi pas-pasan (pas buat nyicil dan makan)
akan memberatkan.
Sebagai orang yang pernah berkecimpung di dunia
perbengkelan sepeda motor, saya menilai service rutin sepeda motor
secara rutin bukan hal yang mendesak. Dengan catatan bila kondisi
keuangan yang kurang mendukung. Namun bila hal ini sudah menyangkut
hal-hal safety atau keselamatan, service harus segera dilakukan.
Biasanya
yang aspek yang cukup penting bila sepeda motor dipakai rutin dalam
mobilitas keseharian sebagai transportasi ke kantor, pasar, sekolah dan
sarana kerja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Umur dan jumlah Oli Mesin
Umur
dan jumlah oli mesin ini hal yang sangat penting terutama sepeda motor
dengan mesin 4tak, jangan sampai melewati batas minimal yang dapat dicek
dengan membuka stik tutup lubang oli dengan melihat ujung stik dan juga
jarak tempuh oli. Bila perpindahan persnelling atau gigi sudah teras
alot atau sulit terutama saat berhenti, sudah waktunya merencakanan
waktu ganti oli.
Untuk mesin 2 tak, cukup diperhatikan jumlahnya saja. Jangan sama
Lampu
penerangan sangat penting terutama saat gelap, entah karena mendung
pekat ataupun malam. Lampu utama (depan) maupun lampu belakang (lampu
rem dan lampu penanda) berfungsi sebagai penanda untuk pengendara lain
dan juga membantu pengendara dalam memilih jalan. Bila lampu depan mati,
hal ini akan menyulitkan pengendara dijalan maupun pengendara lain yang
berlawanan arah. Bila lampu belakang mati (lampu rem dan lampu
penanda), hal ini akan mengganggu kenyamanan pengendara yang ada di
belakang. Bisa saja kita ditabrak dari belakang, gara-gara lampu
belakang yang mati. Padahal kita sudah hati-hati dijalan.
Lampu
sign untuk belok tidak saya masukkan, karena bisa diganti dengan isyarat
tangan ( tidak dianjurkan sih....). Kecuali karena pertimbangan hukum,
takut kena tilang misalnya...
Rem
menjadi sangat krusial, penting saat sepeda motor sudah melaju. Sebelum
mengendarai pastikan rem benar-benar bisa berfungsi. Karena kita tidak
bisa mengandalkan engine break yang tidak seberapa kemampuannya dalam
menghentikan laju sepeda motor.
Yang
perlu diperhatikan adalah pelumasan rantai gir. Rantai perlu pelumasan
yang cukup, jangan over. Kalau terlalu banyak hanya akan mengotori
sepeda motor. Gir depan maupun belakang yang perlu diperhatikan adalah
bentuk-bentuk profil gir. Kalau sudah menajam atau bentuk yang
asimetris, sudah waktunya merencanakan penggantian.
Kalo anda
bukan termasuk orang yang suka komplen, misalnya risih dengan suara
rantai mesin/cam chain maupun suara klep maka 4 hal penting diatas perlu
kita perhatikan dalam merawat sepeda motor. Ujung-ujungnya servis rutin
dapat kita tekan biayanya.
Tapi, kalau anda mementingkan performa
mesin dianjurkan untuk servis rutin. Biasanya ganti oli, fungsi
penerangan, fungsi panel indikator, lampu sign, aki, tekanan ban setelan
klep dan performa mesin. Untuk motor dengan pendinginan khusus ada
tambahan pemeriksaan fungsi pendinginan, pendingin oli maupun pendingin
mesin.
Sekian artikel saya kali ini, saya hanya membagi pendapat dan pengalaman saya saja.